Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta"

#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Malioboro 2012, saat ekspedisi bermula disuatu pagi...


Ekspedisi…. Iya, Ekspedisi…. Kenapa ini gue namakan ekspedisi? karena ini bukan traveling biasa… banyak hal yang ingin gue gali tentang sejarah dan asal muasal dari setiap sudut kota yang bernama Jogjakarta… Kota Sejutaa Seni… Sejuta Misteri…
Jogjakarta punya banyak daya tarik untuk wisatawan datang dan menikmati setiap lekuk “tubuhnya”. Jogjakarta ramah untuk siapa saja, dan selalu menyuguhkan banyak hal menarik untuk setiap tamu yang berkunjung. Budaya nya, alamnya, makanannya dan semua peninggalan sejarahnya. Jogja juga salah satu kesultanan yang masih lestari hingga detik ini.

Keraton, taman sari, benteng vredeburg, alun-alun kidul, malioboro, kalicode… semua adalah satu paket tempat-tempat yang harus kamu kunjungi jika liburan ke Jogja. Dan jika lu mau berjalan agak jauhan lagi, lu bisa menyambangi Prambanan di sleman, borobudur di magelang, Istana Ratu Boko di Bokoharjo dan pantai parang tritis di Bantul… tempat-tempat itu adalah obyek yang bisa lu nikmati sembari Selfie….

Hanya menikmati sembari Selfie?? Gue akan melakukan lebih dari itu…

Ekspedisi ini sudah gue mulai sejak 2012… disaat issue bumi ini akan kiamat, gue lebih milih trip ke jogja bareng seorang kawan dengan cara backpackeran. Berangkat naik Motor dari Malang dan Menumpang kereta pagi dari surabaya. Jika memang benar saat itu akan kiamat, setidaknya kami akan mati di Jogja karta yang indah… begitu kelakar gila kami saat di kereta pagi itu…

3 hari 2 malam, waktu yang sangat sempit untuk menggali misteri tersembunyi tentang jogja. Karena itulah ekspedisi ini gue rencanakan 6 tahun setelahnya… 2020 adalah “Remidi” dari dahaga gue yang sempat tersedat selama 6 tahun. Dahaga untuk mereguk pesona setiap sudut jogjakarta…

Rencana ini gue mulai awal desember 2019, dengan menghubungi kembali teman-teman backpacker gue dulu. Tapi rentan waktu 6 tahun membuat status kami berubah, dari single menjadi ganda campuran dan beberapa diantaranya telah beranak pinak. Sehingga sangat sulit untuk bisa traveling bersama karena beberapa kepentingan keluarga. Tapi gue optimis, diantara mereka akan tertarik dengan proposal Ekspedisi ini…

Trip direncanakan 16 – 20 Maret 2020, Space 2 bulan cukup untuk mengatur ulang jadwal dan mengajukan cuti dari kantor. Mengingat maret juga bukan musim liburan, akan membuat perjalanan kami kemungkinan lebih lancar. Jauh dari hiruk pikuk wisatawan menikmati liburan.

#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Bermula dari stasiun ini

Backpacker dengan kereta Pasundan dari Gubeng Surabaya. Dengan harapan Tiket lebih murah di banding KA Gajayana atau Malioboro ekspress dari Malang. karena kembali lagi, konsep ekspedisi Gue dan teman-teman adalah Backpacker. Melakukan Perjalanan dengan budget minim tapi hasil yang maksimal. Karena Selain alasan tersebut, kereta api adalah satu-satunya jalan untum memasuki Gerbang Sejarah tujuan Pertama kami….

Benar…. Stasiun lempuyangan…. Itulah tujuan pertama Ekspedisi kami…


Stasiun Lempuyangan…

#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Lempuyangan, saat langkah pertama di jogja mulai dijejakkan



#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Stasiun kereta, stasiun dari semua mimpi-mimpi kita



#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Lempuyangan punya nilai sejarah yang kental

Stasiun Lempuyangan…Are you Serius???
Why… kenapa sebuah stasiun menjadi destinasi wisata adalah hal yang aneh?? Buat gue Stasiun adalah tujuan wisata yang eksotis. Saat kaki pertama turun dari kereta dan menjejak di pelataran sebuah stasiun, itu seperti kita masuk ke sebuah masa lampau. Seperti masuk ke sebuah lorong waktu yang panjang, dan melemparmu ke sebuah hiruk pikuk sejarah kolonial. Bahkan gue yakin, Salahsatu faktor berkembangnya Peradaban sebuah kota, pasti berawal dari Stasiun…

Ini yang akan gue eksplore dari Lempuyangan, salah satu Stasiun Tertua di Kota Jogja. Bahkan Lebih tua dari Stasiun Tugu. Lempuyangan di resmikan tahun 1872, dan Tugu 15 tahun setelahnya. Lempuyangan punya andil besar dalam membangun perekonomian Jogjakarta, karena pada saat itu Lempuyangan menjadi poros utama pengiriman Gula.

Konstruksi arsitektur bangunan yang ingin gue dalami, karena ada hal-hal yang unik di setiap pembangunan stasiun. Dan buat gue, setiap detilnya adalah sebuah hal yang menarik untuk pelajari…


Malioboro

#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Gerbang masuk ke "harta karun" jogjakarta
#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Malioboro sudah berbenah, berbeda dengan 2012 yang lalu
#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Malam adalah keindahan di malioboro
Ada satu hal yang penting dalam sebuah traveling, usahakan perbanyak perjalanan dengan berjalan kaki. Kenapa? Dengan berjalan kita bisa lebih menikmati pemandangan sekitar dan menemukan hal-hal yang baru. Ini yang dulu gue lakukan dari Lempuyangan ke Malioboro. Beberapa kali becak dan ojek datang menawarkan jasa, tapi selalu gue tolak. Berjalan di antara pemukiman warga menjadi hal unik tersendiri. Dari lempuyangan ke malioboro kita akan melewati gang kecil diantara pemukiman warga dan bantaran kalicode serta macetnya kawasan malioboro.

Malioboro adalah destinasi selanjutnya, hal yang akan gue lakukan pertama kali di temapt ini adalah mencari penginapan. Penginapan banyak dengan fasilitas yang bersaing. Tapi untuk penginapan yang layak untuk backpackeran berkisar 80 – 125rb dengan fasilitas temapt tidur, kipas angin dan lemari kecil. Yaah nggak banyak dan nggak mewah emang. Kembali lagi, konsep gue adalah backpackeran.

Apa yang bisa ktia dapat di malioboro?? Banyak… banyak orang jualan… belanja, njajan, atau mengisi perut. Tapi bukan itu yang menarik buat gue. nanti setibanya di malioboro, gue pengen menyusuri jalan-jalan yang bersimpangan dengan jalan malioboro, karena di beberapa sudutnya banyak gue jumpai bangunan2 lawas dulu. Dari rumah, café, pertokoan. Semoga bangunan2 itu masih ada ntar…


Pasar Kembang – Stasiun Tugu – tugu jogja
#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Eittss... bukan untuk "tanam saham" tapi gue penasaran, gimana kehidupan malam disana


#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
bangunan satu ini juga menyimpan jutaan sejarah




#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Icon Jogjakarta

Udah ngejogrog di Malioboro kurang lengkap kiranya tanpa mampir ke Pasar Kembang ( Baca : Sarkem )…. Hehehe
Eit jangan salah… gue pengen kesana bukan berarti gue pengen “tanam saham” … gue Cuma tertarik dengan aktivitas kehidupan disana saat malam tiba. Bagaimana atmosfir tinggal di lingkungan lokalisasi? Bagaimana rasanya mau sholat di masjid tapi ngelewati wisma-wisma kesukaan hidung belang? Buat mereka yang menghuni di sekitar sana mungkin udah biasa, tapi buat gue itu luar biasa…

Tak jauh dari situ kita sampai ke stasiun Tugu, sama halnya dengan lempuyangan. Stasiun ini adalah stasiun tua yang di restorasi kembali. Masih sangat terlihat urat-urat bangunan kuno nya yang menarik untuk di abadikan dalam beberapa foto. Dan yang paling menarik perhatian saya adalah monumen Uap yang berada di depan jalan masuk Stasiun Tugu Jogjakarta. Peninggalan sejarah dari sebuah perkembangan Kereta Api

Berjalan lurus ke utara, kita akan menemukan Monumen Tugu Jogja. Monumen tugu atau yang di kenal Tugu Pal Putih di bangun saat pemerintahan belanda, dan beberapa kali di pugar. Tidak ada catatan sejarah yang jelas mengapa tugu itu di bangun. Tapi percaya atau tidak mitosnya tugu itu adalah titik inti yang berada 1 garis lurus antara keraton – malioboro – tugu jogja dan gunung merapi… gak percaya?? Tunggu hasil ekspedisi gue maret nanti….


Keraton –Taman Sari– Masjid Gede

#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Saksi bisu para raja


#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
saksi bisu putri raja... huehuehue



#KASKUStravelstory Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta" 2018
Masjid Agung Gede
Hari ke 2 dan ke 3 mungkin akan lebih banyak gue habiskan di keraton dan sekitarnya. Terus terang sejak 2012, rasa penasaran saya tentang denah dan tata ruang keraton belum terobati. Ada banyak ruangan2 keraton jogjakarta yang memiliki nama dan kegunaan masing2. Dan lagi yang ingin saya pelajari lebih dalam adalah tentang “unggah-ungguh” serta kebiasaan para keluarga sultan dan abdi dalem di lingkungan keraton. Keraton adalah tempat sakral bagi warga sekitar. Warga jogja sangat menghormati lingkungan keraton, itu yang menarik perhatian saya tentang sejarah dan misteri yang ada di dalamnya

Tak jauh dan masih dalam lingkungan keraton ada sebuah kolam bernama Taman Sari. Untuk taman sari, gue gak bisa nulis banyak… karena saat 2012 kemarin gue lupa mau ketempat ini… dan Maret 2018 nanti, gak bakal gue lewatin.karena dari sumber-sumber di internet, taman sari itu keren banget. Banyak tempat-tempat yang unik disini. Dan satu lagi yang paling penting, tempat ini sarat nilai sejarah nya…
Masjid Gedhe Kauman adalah tempat wajib kalau ke jogja. Masjid tua peninggalan kekeratonan Jogja di jalan belanda. Masjid Ini juga menjadi saksi terbentuknya organisasi Islam Muhammadiyah. Masjid ini 80% masih memiliki bentuk aslinya. Ditambah beberapa perubahan di berbagai tempat. Yang jelas, menjadi sebuah kebanggaan bisa sholat dan sujud di masjid yang bersejarah…


Benteng Vredeburg - Wisata belanja


Hari Ke 4 dan Ke 5 akan gue gunain untuk ke Vredeburg dan sedikit membeli oleh2 untuk keluarga dirumah. Mulai dari bakpia, jenang, atau beberapa baju di sekitaran malioboro. Benterng Vredeburg cukup melempar kita ke jaman kolonial. Banyak penginggalan yang bisa kita temui disana

Awalnya gue pengen hari2 terakhir bisa ke prambanan, candi boko atau borobudur. Tapi waktu nya terlalu mepet. Traffic yang padat dan perjalanan yang lumayan jauh sangat menyita waktu. Mengingat hanya 5 hari di jogja. Jadi gue rencanain hari ke empat masih berkutat di malioboro baru di hari ke 5 bersiap kembali ke stasiun lempuyangan untuk pulang ke Malang…


Meski tak banyak tempat yang bisa gue kunjungin karena terbatasnya waktu, yang terpenting gue bisa memaksimalkan waktu untuk menikmati dan menggali informasi tentang tempat-tempat yang awesome di jogja…
Jogja…. Sampai Jumpa Maret 2018 nanti!!

Micky R Saputra

Hanya karena sebuah Yamaha RX-king 1986, ku di panggil Baron... Bang Baron... Tenang, saya bukan perampok kelas kakap ataupun Jambret yang nggak naik kelas. Bukan juga kepala genk Mafia penjual obat-obat penurun panas terlarang. Saya cuma peserta Audisi Indonesia Idol yang nggak pernah lulus yang iseng ngabisin kuota Internet untuk nulis Blog... iya bener blog... bukan bon kreditan panci...

No comments:

Post a Comment