Pages

  • Home
  • Kaskus
  • Sitemap
facebook twitter instagram

Bang Baron

Bukan... Ini bukan site penyedia bokep... Ini bukan Catatan Harian Seorang istri... dan juga Ini bukan Agent MLM obat Panu...

  • Home
  • Penulis
  • Artikel
    • Teen
    • Story
      • Drama Penumpang Ojol
      • Rocker Juga Butuh Cinta
      • Tetangga Dari Planet Namec
    • Campfire Story
    • Fashion
  • Celotehku
  • Mega menu
  • Download
Honda Beat 2011, sempat terlupa namun tetap bertenaga
Honda Beat 2011, sempat terlupa namun tetap bertenaga



Minggu kemarin waktu bersih-bersih gudang, saya baru saja ingat punya sebuah motor matik dengan label Honda Beat tahun 2011. Terdiam di pojokan gudang dengan debu setebal buku skripsi teknik yang beberapa kali di revisi. Entah itu debu dari mana, perasaan gudang di rumah tertutup rapat. Mungkin debu dari usaha Thanos yang berhasil memusnahkan setengah populasi… aahh bodo amat…

Saya perhatikan sejenak motor kesayangan saya itu yang hampir 1 tahun tidak terpakai. Debu dan sarang spiderman ada dimana-mana. Maklum selain ada spesies motor lain yang saya punya, fasilitas antar jemput dari kantor membuat saya membebas-tugaskan Beat kesayangan dan membiarkannya tertidur lama.

Beat hadir menjadi metik andalan keluarga, ramping, gesit, dan irit di kelasnya. Tak banyak pertimbangan saat itu untuk saya meminang dan mengikat janji suci dengan seekor Honda Beat… Beat 2011, warna hitam dengan striping baru dan spakbor yang lebih revolusioner gitu sih kata iklannya.

Beat adalah skuter matik pertama Honda yang bisa menyabet penjualan yang lumayan luar biasa. Bahkan bisa mengungguli saingan terdekatnya, mio. Dengan body kecil, membuat beat begitu lincah dan gesit di kendarai. Keluar masuk gang, nyelempit-nyelempit di kemacetan, dan mudah di umpetin di bawah pohon mangga buat lepas dari kejaran operasi polisi.

Konsumsi bahan bakarnya juga lumayan ciamik di kelas nya, jika kita membandingkan dengan metik lain yang sama-sama menggunakan karburator beat unggul lebih irit. Bisa tembus hingga 60km/liter… WOOOWWWW… irit banget...perhitungan 1 liter bisa saya buat tiap hari ngapel ke rumah maimunah selama seminggu.

Akhirnya berbekal rasa rindu ingin menunggangi Beat yang pernah berjasa membantu saya bekerja servis leptop panggilan itu, saya pun mencucinya. Saya gosok dengan sabun setiap lekuk tubuhnya yang sintal, saya poles head lamp nya yang aduhai, dan saya bersihkan knalpotnya yang semok… sungguh setiap kemolekan motor ini saya nikmati sejengkal demi sejengkal.


Baca Juga : Hati Berdebar dan Gelisah saat lampu indikator Check Engine Menyala


Setelah saya ganti oli dan memberinya beberapa teguk pertamax, betapa takjub saat mendengar suaranya yang meraung. Asap knalpot keluar beberapa saat menghembuskan asap kejenuhan dan debu-debu fana, setelah hampir 1 tahun tertidur pulas. Double staternya pun masih strong menyeprotkan stroom yang lumayan kuat menggerakan motor starter. Keren nih motor, aki nya masih mantab jaya. Di luar ekspektasi saya, saya pikir harus servis beberapa part untuk menghidupkan kembali si kuda besi ini.


Layaknya Captain Amerika yang tertidur pulas di tumpukan es dan terbangun di 70thn kemudian, beat hitam dengan striping terkelupas di beberapa sisinya ini juga harus saya geber. Melihat sisa seberapa tangguh tenaganya setelah lama tidak berputar roda-roda tua itu. Rencana jahat pun saya siapkan...hue hue hue…


“Bro, minggu depan… turing Malang - Blitar - Tulungagung - Trenggalek…”

Saya coba hubungi teman-teman motor yang sering saya ajak turing. Dan mereka mau untuk ikut serta, maklum sejak sibuk kerja kami jarang nongkrong bareng. Dan ajakan turing ini membuat mereka bergelora dan bergairah menggeber motor2 sport yang mereka miliki.


“Whaaatt?? Honda Beat?? Yang lain pakai motor gede, kamu pakai beat??”
“Yeeaahh… jangan salah… Honda Beat 2011, Karburator, ber-pendingin udara, all Standart...aku cuma mau tau seberapa tangguh dia ngelibas tanjakan, setelah pensiun lama…”




Awalnya mereka tertawa heran, namun setelah tau “tujuan mulia” yang mau saya lakukan tampaknya mereka mendukung rencana saya untuk “mengeniaya “ ni motor. Kamis jam 5 pagi kami berangkat dari Malang. Beat sudah saya gelontor pertamax sampai muncrat-muncrat mulut tangki nya. Mungkin ini pertama kali saya ngisi pertamax sampai tumpah-tumpah, biasanya cuma isi premium. Itu pun cuma 10rebu. Jangankan tumpah, kelihatan aja kagak tuh di tangki...wkwkwkwkw


Rute pertama kami lalui dengan sangat mulus. Putaran mesin Beat cukup stabil, suaranya juga oke tuh. Mendesah-desah manja… mungkin jika saya bersihkan sedikit kerak di knalpot, akan lebih merdu. Konsumsi bahan bakar jadi agak lebih boros dari saat pertama beli dulu. Maklum udah 8 tahun lebih, kerak-kerak di karburator pasti juga udah pada ngumpul. Jelas mempengaruhi konsumsi bensin.


Namun yang lagi-lagi menakjubkan adalah tarikannya yang njambak banget. Cukup responsif untuk ukuran motor lama. Sedikit tuas gas di tarik, semprotan tenaganya spontan menarik roda belakang berputar cepat. Seperti pengantin baru yang gaspol di malam pertama.


Sampai di Blitar, indikator bensin masih menunjukkan 1 strip. Sedikit boros tapi terbayar dengan tenaganya yang sporadis. Rute selanjutnya adalah Blitar - Tulungagung - Trenggalek. Kali ini beat saya cekokin dengan pertalite. Sengaja saya isi dengan oktan bahan bakar yang lebih rendah dari pertamax, untuk melihat seberapa responsif tarikannya jika oktan menurun.


Tanpa istirahat, motor saya geber dengan kecepatan stabil 70-80. Getaran mesin cukup terasa di sekitar kaki. Sepertinya roller dan van belt sudah harus di ganti. Motor tidak saya istirahatkan, sengaja… karena mencoba ketahanan sebuah mesin, perlu kita hentak sedikit diluar batas kemampuan. Disitulah kita tau apakah mesin masih bertahan, atau nggak. Dan sejauh ini tidak ada gangguan yang berarti.


Oktan yang turun membuat kompresi mesin juga turun, beda dengan saat pertamax di awal perjalanan. Terasa mesin mulai mengklitik dan tarikan tidak sebrutal di awal. Tapi masih dalam taraf wajar. Mungkin jika sebelum perjalanan saya melakukan servis tune up, performa bisa lebih josss gandosss. Tapi tampaknya apa yang saya dapat selama perjalanan diluar dugaaan. Memang peribahasa dont judge the bike from that spakbor, adalah peribahasa yang benar. Seperti orang jawa bilang “Rogo tuwo, tarikan dowo”


Kamis siang, kami tiba di alun-alun trenggalek. Total bahan bakar yang saya habiskan 30rb, itu pun masih ada sisa. Kondisi motor pun masih oke. Getaran mesin normal, tidak ada suara-suara aneh, suspensi oke, rem pakem, dan knalpot tidak mengepulkan asap. ciri-ciri motor sehat. Bener2 tangguh nih motor. Udah kecil ngegemesin, tapi powernya lumayan mantab.


Sekitar pukul 2 siang, kami kembali ke Malang dengan rute yang sama. Untuk perjalanan pulang, bensin saya kembalikan ke pertamax. Selain butuh performa yang baik, saya juga ingin menjajal top speed dari motor ini jika gaspol. Namun tampaknya tujuan itu gagal, hujan cukup deras turun. Aku pikir ini malah sebeluah kebetulan. Apakah di bawah guyuran hujan mesin Beat Karburator ini masih tetap ciamik, tidak terkendala suatu apapun.


Alhasil setelah 3 jam lebih motoran di bawah guyuran hujan, beat masih melesat dengan mulusnya. Kekhawatiran saya akan rem yang bakal terkendala air hujan menjadi kurang pakem rupanya tertepis juga. Rem masih oke dan mudah mengontrol pengereman disaat hujan deras. Cakram depan juga lebih stabil mengendalikan roda depan jika terjadi pengereman mendadak, tromol belakang juga demikian. Meski sudah relatif tipis, kepakemannya masih terasa yahuuutt. Cengkramannya seperti bayangan mantan yang gak akan ngelepasin kita.


Total jarak yang di tempuh 350km , dan bensin habis sekitar 60rban. Cukup puas dengan kondisi nya, meski udah berumur dan tidak di gunakan lama mesin beat masih bisa diandalkan. Mesin masih cukup halus meski ada getaran2 dikit dari arah fanbelt dan roller. Suspensi juga masih cukup empuk meski sudah berumur 8 tahun lebih.


Saya mengambil hikmah dari kejadian ini, bahwa sesuatu yang lama jika kita perhatikan kembali akan menjadi sesuatu yang luar biasa…


mantan pacar misalnya… #eh

0
Share

Menerka-nerka alasan check engine menyala ternyata cukup bikin nggak nyaman. Apalagi kalau masalahnya belum ketemu-ketemu.

Buat anak mobil sejati, perasaan saat melihat check engine menyala, itu sama kayak lagi LDR-an sama pacar. Galau, gelisah, dan pikiran tak tenang. Penuh prasangka dan tatapan curiga setiap kap mesin dibuka.

Yap, ini yang baru terjadi dengan Ayla cantik saya. Sore itu, saya akan berangkat menjenguk teman yang sakit. Lantaran display indikator bensin sudah berkedip-kedip genit, mlipirlah saya ke pom bensin terdekat. Pas buka dompet, Astagfirullah… cuma ada Soekarno dan Hatta yang lagi berduaan aja di dalamnya.

Ini, kalau saya belikan pertamax, palingan cuma dapat 9 literan. Tapi, kalau buat pertalite bisa 12 liter lebih. Yaudah, dengan perasaan mantap dan yakin, saya langgar himbauan pemerintah. Lalu dengan penuh percaya diri ngantri di antrian pertalite. Menjadi pengabdi pertalite.

Usai mengisi bensin dan berjalan kira-kira 10 kilometeran, tiba-tiba… Bip. Jreng-jreng… lampu indikator check engine menyala. Berwarna oranye kemanja-manjaan. Waduh, ada apa ini?

Bagi yang belum tahu, apa itu lampu indikator check engine. Bila kita melihat speedometer mobil atau motor matic terbaru, terus ada gambar mesin, itulah check engine. Entah gambar mesin atau apa, yang jelas saya melihatnya seperti gambar kran air PDAM.

Lalu, apa itu lampu check engine? Begini, jika lampu check engine menyala, maka menandakan ada sebuah malfunction di dalam blok mesin. Baik di pengkabelan, maupun di sensor-sensor nya. Hal ini membuat kinerja mesin menjadi tidak maksimal. Lantaran mesin berjalan di safe mode. Tidak bisa dibuat ngebut, hanya berjalan normal saja.

Di beberapa keadaan, biasanya mesin jadi terasa ‘pincang’. Namun di kasus-kasus tertentu, mobil tetap normal seperti biasa. Hanya saja, sangat terasa putaran mesin berbeda dengan semestinya. Nah, ini juga yang saya rasakan saat tiba-tiba si check engine menyala dan memberikan kejutan tersebut. Mesin jadi menurun tarikannya, seperti berjalan ala kadarnya. Saat saya kick down pedal gas, juga tarikannya seperti menurun. Kira-kira, apanya yang salah?

Baca juga :
Jika Thanos nyata, 7 temen kost ini harus ikut musnah saat Infinity Stone terkumpul

Sesampai di rumah, saya hanya menatap tajam isi kap mobil dan memperhatikan setiap kabel-kabel yang berseliweran. Tidak ada tanda-tanda kabel putus atau lepas. Semua terpasang kuat, meski nggak rapi. Maklum LCGC zaman now, mesin dirakit ala kadarnya. Sampai, terlihat ada sebuah kabel yang nyelentang nggak jelas diatas aki. Apaaaa ini??? Gimana nyopot aki nya??

Dalam situasi seperti ini saya selalu berusaha untuk tenang. Asal mesin nggak ngebul, saya masih bisa berpikir jernih dan rasional. Hal-hal sederhana seperti inilah yang membuat saya bisa belajar lebih jauh tentang mesin. Pasalnya, saya nggak sebegitu paham-paham amat soal mesin.

Saya mencoba untuk mencari informasi lebih detail soal check enginemenyala ini. Selain malfunction, check engine juga mendeteksi beberapa kondisi lain. Mulai dari kerusakan mesin yang major. Misalnya, tutup bensin yang kurang rapat. Sebetulnya saya sempat heran tentang penjelasan tutup bensin ini. Apa iya, ada sensor pendeteksi tutup bensin yang kurang rapat di mobil LCGC seperti ini?

Jika memang itu penyebabnya, saya rasa spion kurang noleh, jok kurang empuk, dan sopir kurang jago, harusnya juga layak dijadikan penyebab check engine menyala. Hahaha, jadi apa ini tutup kurang rapat. Hahaha… tapi akhirnya, saya cek juga tutup bensinnya.
Hasilnya? Tutup bensin sudah rapat. Check engine masih tetap menyala. Lalu, bagaimana sekarang?

Dari artikel lain yang saya baca, check engine juga punya sifat peringatan yang continue. Yang artinya, saat sebuah malfunction terjadi, maka check engine menyala. Namun, saat malfunction itu sudah fix dan normal, check engine tidak serta merta padam. Dia akan menyala sampai beberapa saat, mungkin juga beberapa hari baru dia akan padam.

Masalahnya, itu hanya analisa tanpa batasan yang jelas. Kita tidak tahu apakah malfunction sudah fix atau belum. Iya, kalau betul sudah fix. Tapi jika belum, lalu kita paksakan mesin jalan terus setiap harinya. Lha, malah bisa meleduk tuh mesinnya. Eh, nggak separah itu, sih.

Beberapa expert menyarankan agar saat check engine menyala, sebaiknya kita langsung menuju bengkel resmi terdekat. Lantas meminta dilakukan pendeteksian kerusakan dengan OBD Scanner. Supaya terlihat apa kerusakannya dan segera dilakukan perbaikan.
Hmmm, betul-betul saran yang mainstream. Apakah saya ikuti? Tentu saja tidak. Sebagai penggemar mobil dengan tingkat dedikasi tinggi terhadap otomotif, membuat saya tidak menyerah dengan membawa mobil ke bengkel begitu saja. Alasan saya jelas, saya ingin belajar mesin ini dengan lebih detail. Selain karena pengecekan dengan OBD juga lumayan mahal, sih. Dasar fakir servis!

Saya tidak menyerah. Saya ingat pepatah, “Banyak jalan menuju Pasar Kembang”. Dari beberapa artikel yang saya baca, banyak yang menyarankan dengan melakukan reset ECU—yang caranya cukup sederhana, intinya menyambungkan kutub positif-negatif di kabel yang menyambung ke aki.

Saya tidak tahu gimana tinjauan ilmiahnya. Namun, cara itu disinyalir bisa mereset ecu ke settingan awal. Yang efeknya, bisa mereset check engine agar padam. Saya pun melakukan hal itu beberapa kali, tapi nihil. Check engine masih tegar menyala tanpa meredup sedikit pun. Saya coba lagi dengan interval waktu penyambungan yang lebih lama. Sampai saya tinggal PS-an di ruang tengah. Namun tetap sama saja hasilnya.
Sampai pada akhirnya, saya memposting permasalahan yang saya alami di grup Whatsapp Komunitas Mobil Ayla-Agya. Begitu saya ceritakan, beberapa saran dari mereka sudah saya lakukan. Hingga akhirnya, ada seorang member yang memberikan ide nyeleneh namun sangat brilian dan masuk ke logika saya. Sebuat saja namanya Bunga, seorang penggiat otomotif dengan cara sederhana. Beliau memberikan saran yang cukup simpel, mudah, dan disampaikan dengan cengengesan, namun bisa dijelaskan cara kerjanya.

“Jadi Oom, coba aja oom pakai siklus hidup-mati kira-kira 4-5 siklus. Biasanya nanti lampu akan mati dengan sendirinya.”
“Lho kok bisa oom?”
“Jadi menurut saya, check engine itu bukan sekadar ngasih peringatan. Tapi dia juga melakukan pengecekan apakah sensor-sensor yang sempat malfunction sudah bekerja secara normal? Nah jika memang normal, check engine akan melakukan validasi berkala sekitar 4-5 kali on-off. Hingga memutuskan untuk padam sebagai tanda mesin sudah oke. Tentunya on-offdilakukan dengan melakukan perjalanan. Soalnya, ada beberapa sensor yang berkerja kalau hanya mobil dinyalakan dan dijalankan.”

Terdengar luar biasa. Tapi yang pasti, ide baru ini belum saya coba. Penjelasannya cukup bisa dinalar secara teknis. Bahwa sebuah sistem digital yang ada di ECU memiliki fungsi validasi data terhadap sensor-sensor yang ada di mesin. Dan ECU memberikan respon OK saat semua sensor normal bekerja. Kemudian diterjemahkan dalam padamnya indikator check engineyang menandakan mesin siap digeber, dibuat jemput gebetan, maupun ready untuk nge-Gocar lagi.

Dengan hati sedikit ragu, saya coba siklus yang Bunga jabarkan tadi. Namun karena tidak setiap hari mobil saya pakai jalan, siklus ke 4 baru bisa terjadi sekitar 5 hari berikutnya. Lima hari menatap lampu check engine tanpa harapan. Saya sempat berpikir untuk menyerah dan sowan ke bengkel resmi sekadar melakukan pengecekan ataupun bersilaturahmi. Tapi di lubuk hati paling dalam, saya masih yakin bahwa siklus ini pasti berhasil.

Di hari ke 6 pada siklus yang ke 5, keajaiban itu terjadi. Saat ambil mobil di parkiran sebuah resto kecil, tiba-tiba check engine padam. Alhamdulillah. Rasanya sungguh lega. Kayak nembak cewek dan digantungin 3 bulan. Terus, ujug-ujug dia jawab “iya” bahkan langsung ngajakin nikah. Mobil pun jadi enteng kembali, tarikan njambak, dan gesit tiada tara. Sungguh sebuah cara yang tidak terpikirkan.

Setiap orang pasti punya cara tersendiri dalam menyikapi check enginemenyala. Ada yang panik buru-buru cari bengkel. Ada yang cukup santai sembari mencari solusi yang bisa dikerjakan tanpa bantuan montir. Ada pula yang sangat selow seakan tidak terjadi apa-apa. Asal mobil itu masih bisa ditunggangi dan nggak meleduk, kondisi masih aman.
Jika mobil kesayangan kalian mengalami hal serupa, point-nya jangan mudah panik. Hadapi dengan penuh perhitungan dan beberapa alternatif cara perbaikan yang bisa kita lakukan sendiri tanpa montir. Tapi, kalau sudah merasa nggak bisa handle sendiri, sebaiknya langsung ke bengkel terdekat. Barangkali ada pengkabelan yang putus atau tutup bensin yang longgar…

…tapi serius, saya berharap check engine masa depan, juga bisa mendeteksi teman yang suka minjem mobil tapi nggak pernah ngisi bensin.

Artikel ini juga saya posting di mojok.co
0
Share
Jika Thanos nyata, 7 temen kost ini harus ikut musnah saat Infinity Stone terkumpul
Jika Thanos nyata, 7 temen kost ini harus ikut musnah saat Infinity Stone terkumpul

Malam gaes… kali ini saya mencoba untuk sedikit berbeda. Menulis di kafe, seperti anak gaul pada umum nya. Meski cuma pesen es teh dan numpang wifi ampe 3 jam, muka tembok aja. Yang penting tulisan kelar. Why? Biasa nya gue nulis di kamar kos yang pengap dengan segala atribut penghiasnya. Sarang laba-laba di pojokan kamar, bungkus supermi berserakan, dan bercak-bercak misterius di selimut yg 3 minggu belum di cuci.


Yaaah menciptakan suasana baru lah, kali aja nulis di kafe bisa dapat inspirasi baru. Hehehe… alibi aja itu mah. Sebenernya nulis di kafe ini cuma pelarian, mencari titik aman. Karena pokok bahasan kita sekarang ini bakal sangat sensitif jika di tulis di kost. Bakal memancing konsentrasi massa, reaksi public dan mungkin bakal ada Aksi 69 - Bela anak kost. Selain itu juga sebenernya gue lagi ngehindarin Purnomo. Tuh anak sejak balik dari planet namek kampung halamannya, kelakuannya rada random.

Sejak tragedi sempak yang tertukar kemarin, purnomo jadi sering mengeluarkan kelakuan-kelakuan diluar batas kewajaran. Pernah malam-malam gue mau wudhu buat sholat tahajud (Tumben…. hummm pencitraan....), tuh sempak firaun lagi ngejogrok di kamar mandi sambil ngucek celana kolor.

“Busyeeettt… jam 2 pagi… ngapain lu dimari??”
“Hehe… gue baca di internet, kl nyuci kolor tengah malam bisa bikin aura kita bersinar…”


Pala lu tuh bersinar…


Yaaa sudah lah… mungkin dengan keputusan gue buat nulis di kafe bisa terhindar dari intervensi Purnomo. Lalu bahas apa kita hari ini? Jadi gini beberapa hari yang lalu gue baru aja nonton Avengers : Infinity Stone, hasil download via wifi kantor. Iya… bener… gue nyari gratisan… kenyataan bayar 40rb nonton di bioskop, membuat hati nurani gue berontak. Tidak rela mengorbankan jatah makan lalapan mang engkus hanya untuk nonton film 1-2 jam. Akhirnya yaudah…  demi kerukunan hati nurani dan ego buat nonton “gede” nya Elizabeth Olsen, gue mutusin buat sabar nungguin bajakannya keluar… maklum Pengabdi Bajakan.

Apa yang gue dapat di Infinity Stone? Ini pertama kalinya gue ngelihat ada seorang musuh yang punya tujuan baik, tapi punya cara yang salah. Mungkin banyak yang membenci thanos. Udah jahat, jelek, ungu lagi…. Kayak keripik ubi… tapi anehnya gue sependapat, sebuah negara yang over population akan menghancurkan negara itu. Tapi ya mau gimana lagi, hujan-hujan dingin hiburan apa coba yg lebih menarik dari “smack down”. Eh nggak bisa ngelihat hujan dikit, krusak-krusuk anak nambah.

Hingga akhir nya gue berimajinasi, bagaimana jika thanos itu nyata dan bumi kehilangan setengah populasi yang musnah karena infinity stone berhasil terkumpul? Nah gue udah punya list nih teman-teman kost model apa yang harus di lenyapkan dari muka bumi ini. Kesannya jahat sih, tapi mungkin beberapa orang dari kita setuju nih kl 7 orang ciprik ini musti di kirim ke planet Mars...


1.Temen yang Rajin ngutang, males bayar


Gue udah survey, sekitar 78.69% perutangan terjadi di lingkungan kos-kosan. Hampir setiap penghuni kos pernah mengalami. Mulai dari berhutang, di utangin, terhutang, tak sengaja terutang atau terpaksa terutang. Dan dengan modus operandi yang berbeda-beda. Ada yang ngajak makan trus tiba-tiba utang, ada yang ngajak jalan trus tiba-tiba utang, sampe ada yang ngajak ngerjain skripsi trus tiba-tiba utang…

Begitulah lifesyle kehidupan kos-kosan. Namun guwe percaya di balik teman-teman yang rajin utang, terdapat si kampret yang malas bayar utang. Di tagih ngeles mulu kayak supir bajaj yg lagi training. Begitu kita galak nagihnya, eh dia lebih galak. Duit gue, yang ngutangin gue… nape yang galak dia???

2. Temen yang nikung pacar dalam lipatan

Gue melihat selain teman se-kampus, terkadang teman se-kost juga berpeluang mengalami konfilk tikung-tikungan cewek. Ya itu cuma istilah, cewek bukan sirkuit yang harus di tikung. Dan menikung dalam lipatan adalah istilah yang gue ciptain buat menggambarkan kondisi saat kita lagi sayang-sayangnnya sama gebetan, eh temen se-kosan bermanuver nyalip di tikungan sempit buat nyerobot tuh gebetan

Persaingan dalam cinta emang biasa, tapi seharusnya ama sahabat harus tau etika. Sungkan kek… atau kl kagak bisa nahan saking udah demennya karena si cewek montok bahenol, ya ngasih sign lah sebelum nikung. Dan minta keikhlasan si penggebet pertama untuk memberikan jalan dan sedikit menepi dari racing line. Pesen gue sih kl nikung hati-hati, jangan ampe kehilangan grip ban. Kl kagak mau nyusruk….


3. Temen yang minjem motor gak ngisi bensin



Asas kesetiakawanan biasanya membuat kita melupakan etika. Hal-hal kecil terkadang membuat teman menjadi kurang nyaman. Ini yang sering terjadi dan menjadi problematika anak kos yang tidak pernah terungkap. Minjem motor tanpa ngisi bensin. Kelihatannya sih sepele, tapi coba kita telaah. Kata “pinjam” berarti menggunakan sebuah benda tanpa mengurangi kuantitas dari benda tersebut…

Nah minjem motor…. Pan yang lu pinjem motornya, napa bensin nya lu abisin?? Kasarannya sih gitu. Kan ciprik banget tuh pas motor kita di pinjem dari pagi ampe malem, giliran kita mau ngapel gebetan pake tuh motor eh bensin nya raib. Mungkin awalnya kita bisa maklum, tapi kl model begini dijadiin kebiasaan kan bangke…


4. Temen yang minta odol sekaligus minjem sikat gigi



Ada beberapa benda yang sebaiknya tidak di pakai joinan alias di pinjem-pinjemin ke temen. Pacar , sempak, ama sikat gigi… selain mencegar pertukaraan kuman, pinjem-pinjeman 3 benda tersebut bisa menjatuhkan kehormatan dan harga diri. Kalo Pacar gak mungkin jika di pinjemin, tp kalau sempak ya jangan sampai. Lu bayangin aja gimana perasaan si “David” jika pembungkusnya harus joinan dengan si “David-David” yang lain…

Nah di samping itu semua, temen yang berdalih minta odol tapi ternyata nyabet sikat gigi juga perlu di kirim ke Brazil buat umpan piranha. Sikat gigi adalah barang yang cukup private buat beberapa orang. Dan perlu di ganti berkala sesuai anjuran dokter. Dan sebaiknya sikat gigi tidak di gunakan joinan untuk mencegah penyebaran kuman. Jika ada temen yang minjem sikat gigi, sebenernya bukan kuman yang gue takutkan. Tapi apa dan dimana sikat itu di gunakan. Dengan tingkat intelejensi temen kos gue yang somplak, gue takut tuh sikat gigi berubah fungsi jadi sikat wc


5. Temen yang numpang ngeprint skripsi tanpa ikut patungan tinta



Ini sering kejadian sih di kos gue. Dalih nya ngeprint tugas, yang di print skripsi anjiiirr. Mana tinta printer gue juga kagak murah lagi. Ya sebagai temen sih sebisa mungkin gue ngebantuin, tapi sebagai peminta bantuan sekiranya punya sedikit perasaan sungkan. Gue sih oke-oke aja, cuma kadang gak enaknya pas kita butuh eh tintanya abis. Musti beli dulu, musti ngisi dulu belum lagi kl masuk angin
 
Purnomo tuh sarap… pernah numpang ngeprint. Kirain tugas, eh ngeprint foto gebetannya. Mana banyak lagi… minta di gores ni bocah. Tapi memang tergantung orang nya sih, kl kita dermawan dan tidak mempermasalahkan hal itu ya gak masalah. Gak hal yang serius, tunggal beli tinta lagi dan kelar… tapi buat mahasiswa yang pas-pasan kayak aneh yang senin makan selasa puasa, tinta printer cukup berharga di musim tugas yang tiada hentinya..


6. Temen yang nitip makan dengan payment method “pake duit lu dulu ya”



Hokeeeey… ada yang pernah mengalami? Temen nitip makan dengan menggunakan metode pembayaran bukan Ovo, bukan GoPay, Bukan Dana, Bukan Jenius, tapi menggunakan payment method “pake duit lu dulu ya”. Gue nggak tau siapa si kampret penemu payment method ini, yang jelas payment ini tidak bisa di dapatkan di playstore. Cuma bisa di akses oleh temen yang mau ngutang tapi gengsi.

Kebiasaan ini juga bisa membahayakan relationship antar anak kost. Karena kl kebiasaan, tuh si biang kerok bisa menjadi suasana makan bareng jadi nggak asik. Dan secara gak langsung akan di hindari oleh teman2 yang lain saat akan makan bareng.


7. Temen yang minjem kamar buat “Smack Down”



Dan pada akhirnya kl lu pernah ngalamin ini, maka kehidupan kos mu sungguh greget. Tidak ada temen kos yang lebih kampret dari temen kos yang minjem kamar buat pacaran. Kode operasi “Smack Down” udah jadi kode rahasia yang sering di lakukan setiap weekend.

“Soob… pinjem kamar yaak… smack down… smack down…


BGST!! Maksiat minjem tempat… ya gue pernah di pinjemin kamar, cuma dia kagak bilang kl buat smack down. Pas gue pulang kuliah kok ada sandal cewek di depan kamar. Apa gue salah masuk ke kos-kosan cewek… eh tuh ciprik lagi ritual di kamar gue.

Ya serah lu lah… yang penting jangan sampai benih-benih lu tercecer di sprei gue… amis tauk!!


Ya gue paham… ini bagian dari suka duka ngekos. Banyak hal yang bakal kita temui. Namanya kos-kosan, apalagi kos-kosan cowok. Konflik bakalan banyak mulai dari sempak yang tertukar, sebungkus obat kuat tak bertuan, sampai dengan tragedi hotpan cewek nyantol di pintu kamar mandi…

Yaaah namanya juga kos-kosan….
2
Share


Sore itu gue sengaja nggak mandi. Bangun tidur siang langsung nongkrong di teras sambil nggarukin biji… Memantau kondisi kost-kostan cewek depan sono yang kalau tiap malam minggu pada banyak yang ngapelin. Motornya di parkir di depan, di jejer udah kayak pepes tongkol. Dulu waktu gue masih jomblo keberanian buat ngedeketin cewek minim banget. Jangankan ngedeketin, kenalan aja gue selalu di cuekin… kenape ye?? Secara tampang gue sebenernya kagak ancur-ancur amat. Yaa ibarat motor, harga purna jualnya masih tinggi lah… tapi napa sering di cuekin kalau kenalan ma cewek ya??

Gue pernah nanyain ini ma purnomo… dan jawabannya di luar dugaan…

“Terang aja lu di cuekin bro…. muke lu mesum gitu….”

Muke mesum?? Nggak…. Nggak mesum kok…. Sumpah….Beneran…. yaa Cuma kadang sedikit trecep-trecep aja kalau ngelihat yang belahan yang tinggi…. Tapi beneran…. Gue anak baik-baik….

Namun Seiring berjalannya waktu dan riset gue mengenai cewek kelar, gue bisa nyimpulin 6 penyebab utama kenapa kenalan lu mubadzir…. Alias terbuang sia-sia karena di cuekin…. Nih… gue kasih buat elu….


1. Nggak denger

Alasan Sederhana… Nggak denger….

“Budeg maksud lu?? Jadi kalau cewek diajak kenalan Cuma bisa mlengos berarti dia budeg gitu ya bro…”

Yaa bukan Budeg juga… Kali aja suara lu kagak jelas… Yah wajar lah… kau kita ngomong nya lirih, trus dia nggak denger… ya di cuekin… perkenalan itu semacam ajakan, tawaran kerja sama untuk saling mengenal satu sama lain. Jadi harus di ucapkan dengan nada yang jelas, tegas dan penuh kesungguhan…

“Jelas?? Tegas?? Penuh Kesungguhan?? Bro..bro… ini kan ngajak kenalan …. Bukan mau ngajak nikah….”


Ya beda-beda tipis lah….pokok nya begono lah…




2. Cara kenalan lu Mainstream banget

Gimana sih cara kenalan lu? Apa saat lu ngelihat cewek trus lu samperin trus lu bilang?

‘Cewek… boleh kenalan gak?’

Bitch Plis… ini 2016… bukan 1967…. Jaman kenalan model begonoan itu dah liwat sob…. udah nggak jaman…. Cewek sekarang tuh beda ama cewek di jaman portugis pertama kali mendarat di indonesia cuman buat berdagang rempah-rempah… beda banget. Lu harus cari cara yang kreatif, imajinatif dan tepat-sasaran-tif. Pastikan cara lu itu berkelas dan elegan. Sehingga cewek tersanjung dan dengan mudahnya ngasih Nama, Alamat, No telp, No KTP, No sepatu ampe No Ukuran Beha… dan yang pasti cara-cara mainstream itu kayak tadi tuh kemungkinan besar bakal di cuekin… cewek bakal lari… apa lagi kalau di dukung dengan wajah mesum kayak gue

“Tuh kan bener gue bilang…. Muke lu tuh mesum….”

Owhhh anu… nggak kok… ini anu… gue….gue…. nggak kok….



3. Muke Lu Muke MLM….

Nggak Cuma Cewek sih, gue sebagai cowok tulen, mengayomi dan berkepribadian luhur kadang ngerasa curigaan kalau diajak kenalan ama orang yang berpenampilan serba rapi… pake kemeja di masukin, celana item, pake dasi dan bawa map sebuah produk di tangannya… awalnya ngomong biasa aja… abis itu ngomongin soal kesuksesan, kemapanan, ampe soal Mimpi-Mimpi kita…. Tauk Mimpi apaan??? Mimpi basah kali…. Yang ujung-ujungnya nawarin buat gabung MLM obat Panu….

Hal-hal semacam ini yang bikin Traumatis para cewek-cewek… dan Dilema buat para cowok-cowok…

“Maksud nya broo?? Terkadang kalimat lu tuh terlalu tinggi…. Pusing gue bacanya….”
Jadi gini bro... kita kenalan ama cewek dengan penampilan berantakan salah, mereka khawatir kenalan ma gelandangan…. Kita kenalan ama cewek dengan penampilan rapi juga salah, mereka takut di prospek MLM obat koreng… trus kita musti penampilan kayak gimana brooo?? Apa lagi muke gue muke Customer Service gini… yang bersih tampan dan menawan…. Pas banget buat jadi sales MLM obat nyeri haid… nah kan di curigai mulu kalau ngajak kenalan….

“Hummm gitu… iya sih bro… gue juga mikirnya gitu… tapi bro… MLM lu kok obat mulu?? Lu tukang obat??”
?????



4. Terlalu defensive karena punya pacar…

Cewek terkadang punya integritas tinggi terhadap sebuah komitmen. Mereka senantiasa menjaga agar komitmennya itu bisa berjalan dengan baik dan jauh dari segala godaan. Nah sifat inilah yang membuat mereka terkadang bersikap sangat defensif terhadap semua peluang masuknya cowok lain ke kehidupan mereka… termasuk lewat proses kenalan….

“Defensif…. Gue sih pernah bro… waktu itu gue ajak kenalan…. Dia langsung minggir gitu… Handphone sama dompetnya langsung di masukin tas gitu…trus manggil satpam…. Defensif banget ya bro….”
Eh setan…. Kalau itu mah muke lu yang kriminal…. Potongan copet sih… ya kabur cewek-cewek… maksud gue defensif itu sikap cewek yang takut untuk di deketin cowok lain. Karena si Doi dah punya pacar. Tapi aneh deh…. Sifat ini terkadang jadi absurd nya cewek…. Kita kan Cuma ngajak kenalan. Saking defensif nya mereka bakal jawab,

‘Ta…tapi… aku udah punya cowok….’

???Aneh… ya gue jawab aja…. “Eh Barbie Kayang…. Gue Cuma mau ngajak kenalan…. Bukan ngajak lu kimpoi….!!!”



5. Lagi nggak Mood

Susah…. Susah bila kita berhadapan ama cewek yang moody… moody??? Gue kadang agak rancu ma ni Kata… Moody…. antara tergantung Mood… atau Suka di Mood…. Ahh bodo’ ah…. Yang jelas gue nggak berharap banyak ama cewek yang moody-an. Setulus dan sek kreatifif apapun cara kita, bakal mental hanya karena alasan…

‘maaf ya…. Gue lagi nggak mood nih…’

Moody itu adalah sebuah keadaan dimana trik, tips dan seberapa besar peluang semua nggak penting. Gue lebih baik pura-pura mati, dari pada ngejelasin sesuatu ke cewek pas dia lagi nggak mood… Apalagi kalau lagi PMS… abis lu sob…

Parah nya cewek yang moody-an ini biasanya gampang banget ngerasa nggak mood…

Lupa pake parfum… Nggak Mood…

Keliru pake bedak… Nggak Mood…

Salah Pakai Ukuran Beha… Nggak Mood…


Nggak Mood mulu, trus kapan gue bisa kenalannya???!!!



6. Nggak Tertarik

Alasan yang terakhir ini sebenernya alasan yang lebih tegas dan jelas….

‘ maaf ya…. gue nggak bisa nerima ini…. nggak tau ya…. Gue nggak tertarik…’

Entah lah… gue ngerasa cewek lebih jantan gitu… maksud gue…. Betina… iya Betina… Cewek terlihat lebih Betina gitu… Jujur menolak sebuah perkenalan dengan alasan nggak tertarik. Ya kita sebagai cowok harus berlapang dada dan menerima kenyataan ini dengan besar hati. Kita tertarik ama tuh cewek, tapi tuh cewek nggak tertarik ama kita

Yaahh kalau masalah ini nggak bisa kita paksakan sob…. rasa ketertarikan cewek kepada cowok mah Cuma cewek yang bisa merasakan, kita nggak bisa memaksakan dia buat merasa tertarik ama kita….

“Mungkin ya bro… dia nggak tertarik ma elu karena muke lu tuh yang mesum… biasanya cewek kan gitu… risih gitu kalau diajak kenalan ma cowok nyang muke nye mesum model lu gitu bro….”

Sekali lagi lu bilang gue mesum, kampes biru renda-renda tempo hari gue pake ngelap motor lagi nih… apaan….!!



Jadi intinya adalah jika cewek nyuekin lu saat kenalan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi nya. Bisa dari pribadi lu sendiri… atau dari tuh cewek. Jika lu merasa lu udah baik-baik, lu udah sopan, penampilan sewajarnya, tapi masih aja di cuekin… berarti tuh cewek yang konslet… mungkin minta di Instal ulang….

Tapi bentar deh… gue perlu kaca… beneran nggak sih wajah gue mesum…. Nggak aah…. Biasa kok… yahhh… dikit sih….. dikiitt kok….
0
Share
Newer Posts Older Posts Home

Who Am I ?




Welcome to Bang Baron!


Yang Lagi Rame NIh...

  • Honda Beat 2011, sempat terlupa namun tetap bertenaga
    Honda Beat 2011, sempat terlupa namun tetap bertenaga Minggu kemarin waktu bersih-bersih gudang, saya baru saja ingat punya se...
  • Dialog adik kecil siang ini
    Adik : "mas, rambute bagus yo...Mohack" Ane : "lho iyo....mas micky gitu...seniman" Adik : "koyo iku m...
  • Cerita dan Pengalaman Misteri 3.5 tahun tinggal di Asrama Kopma Brawijaya ( Part 7 )
    Malam agan-agan.... ane baru sampai ke Blitar nih... liat laptop adek ane nganggur ane pake dah sambil nunggu ngantuk... yang pada ngga...
  • Cerita dan Pengalaman Misteri 3.5 tahun tinggal di Asrama Kopma Brawijaya ( Part 6 )
    Sekitar pertengahan 2005 ane punya temen baru di asrama. Anak brawijaya. Dia masuk karena ada satu kamar yang kurang 1 penghuni, setelah...
  • Kenalan Ama Cewek Tapi Di Cuekin Mulu?? Nih Sob Alasannya….
    Sore itu gue sengaja nggak mandi. Bangun tidur siang langsung nongkrong di teras sambil nggarukin biji… Memantau kondisi kost-kostan cewe...

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
Copyright © 2015 Bang Baron

Created By ThemeXpose